Header Ads

Warga Padati Reses Richard Sualang



Manado, BLITZ – Masa reses ketiga tahun 2017 dimanfaatkan Wakil Ketua DPRD Manado Richard Sualang untuk menyerap aspirasi di daerah pemilihan (Dapil) Sario-Malalayang. Reses kali ini dilaksanakan di kawasan Bahu Mall, Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang, Jumat (1/12/2017).
Dalam sambutannya, Sualang menjelaskan pelaksanaan reses dan kenapa digelar di kawasan Bahu Mall.
Wakil Ketua DPRD Manado Richard Sualang didampingi Camat Sario dan Lurah Kleak

“Reses ini merupakan kegiatan wajib setiap anggota dewan di saat lembaga dewan tidak bersidang. Jadi, anggota dewan turun langsung untuk menjemput aspirasi warga di dapil-nya masing-masing. Kenapa buat di kawasan Bahu Mall, supaya mudah dijangkau oleh masyarakat. Kalau buat di salah satu kelurahan atau rumah warga, pasti warga akan kesulitan mencari lokasinya,” kata Sualang.


Usai memberikan sambutan pembukaan reses, secara bergantian warga diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi mereka yang tentunya berkaitan dengan masalah yang dihadapi warga di wilayah temoat tinggal mereka masing-masing.

Richard Sualang saat memberikan penjelasan dalam kegiatan reses
Aspirasi pertama datang dari salah satu warga Kelurahan Sario yang mempersoalkan ketidak-berpihakan pemerintah kepada warga yang berprofesi sebagai nelayan. Ketersediaan tambatan perahu menjadi hal terpenting untuk diperjuangkan Sualang.

“Di atas lahan Taman Berkat dahulunya sudah ada kesepakatan antara pengembang dan nelayan untuk disediakan tempat tambatan perahu. Tapi setelah lahan itu diambil alih oleh pemerintah, nelayan sudah tidak bisa lagi menambatkan perahu. Karena saat ini tempat tersebut sudah dijadikan tempat pembuangan sampah sementara,” kata Marten Pangumpia.


Menangapi hal itu, Sualang menyatakan bahwa persoalan antara nelayan dan pemerintah kota masih dalam pengawasan lembaga dewan. Dan hingga kini pihaknya masih memperjuangkan apa yang menjadi hak nelayan.

“Dewan terus mengawal aspirasi nelayan. Setelah Pemkot menyelesaikan atau menentukan lokasi lahan 16 persen, baru pemerintah menyiapkan lahan untuk nelayan. Lokasi tambatan perahu untuk nelayan bukan berada di lahan 16 persen, tapi lahan tertentu. Pada intinya kami di dewan akan terus memperjuangkan hak nelayan. Tapi butuh kesabaran dari nelayan,” ujar Sualang.

Salah satu warga yang menyampaikan aspirasi

Aspirasi lain yang disampaikan warga diantaranya, pelayanan Puskesmas Bahu yang tidak lagi melayani pasien umum, warga merasa dibodohi oleh pihak RS Ratubuisang karena tidak mendapatkan obat namun disuruh menandatangani tanda terima obat, perbaikan drainase yang tidak menyeluruh, perlunya pengerukan drainase yang dangkal dan penyaluran bantuan bagi korban bencana 2015.

Menjawab pertanyaan sekaligus kritikan dari warga, Sualang yang juga ketua DPC PDIP Kota Manado ini menyatakan bahwa dirinya akan memperjuangkan seluruh kebutuhan masyarakat, namun untuk merealisasikannya membutuhkan waktu dan kajian serta dilakukan bertahap.

“Soal pelayanan Puskesmas Bahu, saya akan mengkordinasikan ke pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan agar melayani pasien umum. Karena saat ini pasien umum sudah kurang. Sebab masyarakat sebagian besarnya sudah mengikuti program BPJS dan KIS. Untuk pelayanan RS Ratubuisang, saya sarankan agar tidak menandatangani tanda terima jika tidak menerima obat, soal drainase, nanti saya kordinasikan dengan dinas terkait. Bisa juga warga melaporkan hal itu ke pemerintah setempat. Tapi nanti saya perjuangkan,” tandas Sualang.

Dalam reses tersebut turut didampingi Camat Sario Marten Kapojos, Lurah Kleak Caroline Sangeroki dan dihadiri sejumlah kepala lingkungan serta dipadati warga dari Kecamatan Sario dan Malalayang.



Riddy

block ID 8794 : editorialsulut.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.