Header Ads

Jurani Rurubua Prihatin Penikaman Terhadap Guru






Manado, (editorialsulut.com) - Heboh beredarnya video penikaman seorang siswa terhadap guru di sebuah SMK swasta di Wilayah Kecamatan Mapanget, yang menewaskan sang guru, Alex Pangkey, menimbulkan keprihatinan legislator, Jurani Rurubua, SST.

"Melihat video yang beredar itu membuat saya menangis, bagaimana tidak seorang guru yang mengajarkan ilmu agama dan akhlak pada siswa, justru ditikam berulang-ulang oleh muridnya sendiri sampai tewas," kata Ka Rani, sapaan akrabnya, legislator PSI yang juga anggota komisi III DPRD Manado itu.

Dia mengatakan, perbuatan itu sangat sadis dan harus mendapatkan perhatian serius dari semua kalangan terutama para pemangku kepentingan pendidikan.

Ka Rani mengecam keras tindakan tersebut, sebab hanya karena larangan merokok, seorang siswa tega membunuh Pahlawan tanpa tanda jasa.

"Saat menonton video itu,  tak sadar saya menangis, karena  mengingat masa saya sekolah dulu, bagaimana Guru masih jauh saya sudah bersiap menundukkan kepala dan mengucapkan salam  sebagai tanda hormat dan menghargai," katanya.

Dia mengatakan, semasa sekolah dulu,  guru melotot saja, dia sudah merasa takut, dan kalau disuruh diam satu orang, sekelas diam semuanya.

Dia mengatakan, Alexander Pangkey adalah contoh guru yamg baik, karena menengur untuk kebaikan masa depan anak tersebut, supaya menjadi baik tetapi dibalas debgan tikaman.

Nyawanya terengut sebagai akibat dari menegur dan mengajarkan kebaikan pada siswanya, urusan mendidik siswa adalah kewajibannya dan itu yang dilakukannya, sesuai dengan perintah undang-undang.

Dia mengatakan memang guru masih banyak yang melakukan kewajiban menegur siswa, tetapi tak jarang juga yang sudah takut karena melihat sikap siswa sekarang, yang suka nekat apalagi ada yang mengajak berkelahi dan terkahir sampai menghabisi gurunya. 

"Kasus ini menjadi peringatan bagi orang tua  yg memiliki anak ABG menjelang dewasa, harus diajarkan pengendalian diri dan emosi, dengan memberikan  perhatian kepada anak, karena itu sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan karakter anak, karena mereka yang paling berperan dalam mendidik anak, sebab lebih dari setengah hari waktu bersama mereka," katanya. 

Ka Rani mengakui di era digital sekarang, anak lebih banyak memahami hal-hal lewat dunia maya, ketimbang bahasa orang tua apalagi sibuk cari nafkah dan ada juga yang sibuk dengan urusan sendiri dan Sosmed, dan banyak yang ditemuinya lebih sibuk dengan HP daripada bicara dari hati ke hati dengan anak, padahal pendidikan agama dan  pembangunan karakter anak harus jadi satu paket lengkap tentang moral dan takut akan Tuhan dalam keluarga.

Terkait perbuatan si siswa,  apapun, itu tindakan kriminal, kendati mungkin murid itu di bawah umur, harus diproses  sesuai undang-undang yang berlaku, agar menjadi contoh bagi anak yang lain, jangan melakukan hal yang sama, intinya semua harus waspada karena tindak kriminal tdai melihat   usia, lingkungan dan keadaan apapun. (Dimas)
block ID 8794 : editorialsulut.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.