2 Fraksi Desak Pemkab Selesaikan Masalah BBM di Salibabu dan Kabaruan

Penyaluran BBM belum lama ini.(foto:istimewa)

Melonguane, BLITZ--Fraksi Golkar dan PDI Perjuangan meminta keseriusan pihak eksekutif untuk segera menuntaskan masalah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pulau Salibabu dan Kabaruan, akibat ketidak mampuan keuangan AMPS Karya Maranatha selang dua tahun terakhir.

"Fraksi Golkar meminta pemerintah untuk memberikan kesempatan dan rekomendasi kepada perusahaan lain, yang lebih valid dan lebih mampu secara finansial untuk menyalurkan BBM di Pulau Salibabu dan Kabaruan," ungkap Ketua Fraksi Partai Golkar Richard Mahole SH MH, Senin (1/10) siang.


Permintaan yang sama, diutarakan Semuel Bentian SH MH selaku Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Talaud.

"Sudah saatnya bagi pihak eksekutif untuk mengevaluasi kinerja AMPS Karya Maranatha, yang sejak Tahun 2016, sudah sering menyebabkan terjadinya kelangkaan dan mahalnya harga BBM. Hemat kami, pemerintah baiknya memberikan rekomendasi kepada perusahaan lain untuk masuk sebagai distributor BBM di Pulau Salibabu dan Kabaruan," tukas Bentian.

Pernyataan dua fraksi ini, bukan hanya sejalan dengan kondisi di lapangan, tetapi juga sama dengan apa yang diketahui PT Pertamina Cabang Manado, sebagaimana terungkap dalam pertemuan Komisi 2 DPRD dengan PT Pertamina beberapa waktu lalu.

Disampaikan anggota Komisi 2 Denny Ronald Marthin, melalui penjelasan M Faruk selaku salah satu pejabat Pertamina Manado yang menemui Komisi 2, kondisi dan kemampuan keuangan AMPS Karya Maranatha yang limbung, sudah diketahui sejak 2016.

"Bahkan mereka (PT Pertamina), siap hadir jika diundang dalam Rapat Dengar Pendapat untuk memberikan keterangan. Jadi langkah selanjutnya adalah bagaimana pemerintah mengeksekusi AMPS Karya Maranatha atas dasar kepentingan masyarakat Kepulauan Talaud," ucap Marthin.





Den-Dala

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.