Header Ads

Komisi 2 DPRD Talaud Desak Pertamina Alihkan Seluruh Kuota BBM Karya Maranatha ke AMPS lain

Komisi 2 DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud saat menemui PT Pertamina Cabang Manado Senin (17/9) siang.(foto:istimewa)


Melonguane, BLITZ--Menyikapi permasalahan kelangkaan BBM yang terjadi di Kepulauan Talaud, khususnya di wilayah tanggung jawab AMPS Karya Maranatha, Komisi 2 DPRD Kepulauan Talaud temui PT Pertamina Cabang Manado, Senin (17/9) siang.


Dari penjelasan salah satu pejabat PT Pertamina Manado bapak M Farouk ternyata pihak Pertamina sudah mengetahui permasalahan yang dialami Karya Maranatha sejak 2016 silam.


"Masalah yang dialami AMPS Karya Maranatha sudah diketahui Pertamina sejak 2016, termasuk bagaimana mereka meminta dana talangan dari pangkalan dan pengecer," jelas salah satu anggota Komisi 2 DPRD Talaud, Denny R Marthin, Senin (17/9).

Komisi II DPRD Kepulauan Kabupaten Talaud.(foto:istimewa)


Karena itu Komisi 2, mendesak PT Pertamina segera mengalihkan kuota BBM seluruh jenis, bukan hanya minyak tanah dari AMPS Karya Maranatha kepada AMPs lain yang ada dan memiliki kecukupan kemampuan finansial.


"Pertamina tidak memberikan sanksi kepada AMPS Karya Maranatha. Maka dari itu untuk menjaga agar jangan sampai kelangkaan terus terjadi, kuota BBM mulai dari minyak tanah, bensin dan solar harus segera dialihkan ke UD Hans Latjandu yang memiliki finansial yang cukup untuk menebus kuota BBM bagi Talaud secara keseluruhan," lanjut Marthin.


Sementara pemilik UD Hans Latjandu, menyatakan kesiapannya apabila dipercayakan PT Pertamina untuk membayar kuota BBM yang sudah tidak mampu ditebus oleh AMPS Karya Maranatha.





Den-Dala



block ID 8794 : editorialsulut.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.