Header Ads

Anjloknya Harga Kopra, DPRD Talaud Harap Solusi Jitu Pemkab



Melonguane, BLITZ--Anjloknya harga kopra membuat warga petani kabupaten kepulauan Talaud, sulawesi utara, kesulitan menjual kopra di pasaran.

Kopra yang duluhnya di jual Rp.9.800, kini hanya dipasarkan seharga Rp.4.300 per kilogram (Kg), akibatnya para petani mengeluh, karena harga kopra tidak kunjung naik.

Padahal bagi petani kopra salah satu yang memberikan kehidupan dan pendapan bagi masyarakat dan petani.

Apalagi dengan turunya harga kopra sangat berpengaruh pada ekonomi petani, harga kopra sangat berpergaruh pada hasil panen, bayar pekerja mahal, pengeluaran tak sebanding dengan pemasukan.

Melihat kondisi ini, Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud Denny R Marthin mempertanyakan peran Pemda Talaud terhadap anjloknya harga kopra.

"Pemkab harus segera melakukan evaluasi dan menyikapi secara seriua kondisi ini. Sebab yang di timbulkan akibat anjloknya harga kopra membuat para petani kelapa menjerit dalam hal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari karna Harga yang tidak stabil dan berdampak pula pada anak-anak petani yang sedang duduk di bangku SD, SMP, SMA sampai Perguruan tinggi karena untuk membiayai hal tersebut," tegasnya.

Dirinya pun berharap agar ada langkah kongkrit dari Pemkab untuk bisa segera menstabilkan harga koprah di Kepulauan Talaud.

"Harapan saya pemerintah setempat segera melakukan tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut, demi kesahjatraan masayarajat Kepulauan Talaud. Mengingat masayarakat yang ada di sulawesi utara khususnya kepulauan Talaud Mayoritas pekerjaanya hanyalah berharap pada hasil alam yaitu kelapa," kuncinya.



Den-Dala

block ID 8794 : editorialsulut.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.