Bakamla ZMTh gelar simulasi karantina personel ABK



Manado Editorialsulut.com, - Personel Bakamla Zona Maritim Tengah (ZMTh), melakukan simulasi karantina personel Anak Buah Kapal (ABK), usai melaksanakan cuti  dari zona merah COVID-19 di pangkalan armada kapal patroli  Bakamla ZMTh, Serei, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Senin (6/4).
Kepala Kantor Kamla ZMTh, Laksma Bakamla Drs. Leonidas Braksan, M.M  mengatakan, simulasi yang dilaksanakan di Serei, Likupang itu, bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID 19.



"Tujuan dilaksanakan karantina personel ABK ini untuk mencegah potensi penyebaran virus Corona  di Lingkungan Bakamla  pada khususnya serta mengecek kesiapan personel dan menyamakan pola pikir penggunaan kekuatan  sumber daya yang dimiliki ZMTh dalam menghadapi wabah COVID-19," kata Leonidas Braksan.

Di sisi lain dia mengatakan, para personel Bakamla ZMTh itu patuh terhadap anjuran pemerintah, menjaga jarak dalam komunikasi, Upayakan tetap berada di dalam rumah, hindari kerumunan, kemudian gunakan masker, cucitangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga pola hidup  sehat.



Simulasi itu katanya, ada 40 ABK gabugan dari KN Singa Laut 402 dan KN Gajah laut 404, terlibat dalam latihan tersebut, dimana skenario latihan dimulai dengan kedatangan salah satu ABK yang telah diketahui melakukan perjalanan dinas dari salah satu daerah yang terdampak COVID-19 (Zona Merah).

Sebelum memasuki kapal, ABK tersebut harus melewati rangkaian tes, barang bawaanya tersebut juga harus disemprot cairan disinfektan, serta diharuskan mengganti pakaiannya sebelum memasuki geladak kapal.

Prosedur pelaksanaan proses karantina diatas kapal memiliki perbedaan cukup signifikan, hal ini diesebabkan karena keterbatasan ruang gerak di dalam kapal tidak cukup luas, sehingga ABK yang melaksanakan pemeriksaan wajib menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap.

Setelah melewati pemeriksaan kesehatan, diketahui ABK tersebut mengalami kenaikan suhu tubuh yang disertai sejumlah gejala ringan, perwira jaga meneruskan informasi ke Komandan Kapal dan Kepala Pangkalan, untuk kemudian diputuskan ABK tersebut harus menjalani masa karantina mandiri di Kapal selama 14 hari.

Selama masa karantina mandiri, ABK tersebut diberikan asupan suplemen serta vitamin untuk meningkatkan sistem imunitas tubuhnya, sambil dipantau perkembangan kesehatannya secara rutin oleh pihak Puskesmas Mubune.

Sementara  Kepala Puskesmas Mubune, dr. David H. Sembor menjelaskan gejala terinfeksi virus tersebut, menyampaikan gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa berupa gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggerokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala bisa semakin buruk.



Pihak Bakamla yang diwakili Koordinator kesehatan bakamla ZMTh, Letkol Bakamla Senly Manitik, S.Pd, M.H berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat untuk meneruskan informasi ke Gugus Tugas COVID-19 Kecamatan Likupang Barat.

Sedangkan Kepala Gugus Tugas COVID-19 Kecamatan Likupang Barat,  Syengly Takanginan, S.P, M.M, mengatakan selaku Barat berterima kasih atas atensi dan kerjasamanya dalam mencegah wabah virus Corona di Sulawesi Utara,khususnya di Lingkungan Kantor Pangkalan Bakamla ZMTh.

Pihak Bakamla yang diwakili Koordinator kesehatan bakamla ZMTh, Letkol Bakamla Senly Manitik, S.Pd, M.H berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat untuk meneruskan informasi ke Gugus Tugas COVID-19 Kecamatan Likupang Barat. (dims)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.