Eks ProyekTanah Galian C Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan, Viddy: "Alam mo kase sala sapa," Itu Sudah Dua Kali Dibersihkan
Minsel, ESC - Akibat Galian C yang dilakukan beberapa waktu lalu, menyisahkan tanah yang menumpuk di jalan, hingga membahayakan keselamatan pengendara dalam berllalu lintas.
Lokasi eks tanah galian yang berada di Desa Lopana Kecamatan Amurang Timur tersebut kini disoroti warga pengguna jalan, karna tanah sudah menutupi separuh jalan dan membahayakan para pengendara yang sedang melewati di lokasi tersebut.
Hal tersebut diungkapkan warga melalui facebook disalah satu postingan group, yang menyatakan sangat kecewa karna jalan yang dulunya bagus dilewati kini sudah di tutupi tanah galian. Hingga membahayakan kami sebagai pengendara.
"Karna tanah sudah hampir menutupi separuh jalan, kami jadi susah untuk melewati bahkan hampir celaka bahkan ditabrak dari belakang," ungkap ferry di postingan FB.
Dalam postingan itu juga Ferry mengungkapkan kekesalanya karna sudah dua minggu dia melewatinya, sisa tanah galian tidak pernah di angkat dan dibersihkan.
"Tu kendaraan laeng amper baku tabrak, karna semua menghindar ke kanan, so 2 minggu tu tanah di tenga jalan," tulis Ferry.
Begitu juga dengan Vivi oktavia, dalam komentarnya mengatakan, saya juga hampir celaka waktu melintas di jalan itu.
"Apale kalo pas hujan, mau ke kanan jalur orang, mau melambung kadang motor dan dab mobil lainnya laju dari belakang," ungkapnya dalam kolom komentar.
Ketika media ini mencoba menghubungi pihak pengelola waktu itu Viddy alias otong lewat Nomor WhatsApp (WA), atas keluhan warga pengguna jalan, ia hanya menjawab singkat itu karna 'Alam' sudah dua kali kami bersihkan itu.
"Lokasi tersebut sudah dua kali kami bersihkan, dan setiap kali hujan akan begitu terus, namanya ALAM," tulisnya dalam Chettingan WA.
Terlihat dalam masalah ini, dari pengelola Viddy bersama Bos besar tidak lagi ingin bertanggung jawab, karna proyek sudah selesai beroperasi. Jadi dalam hal ini siapa yang akan di persalahkan, apakah akan menuju ke Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.
Hal ini perlu diseriusi oleh Pemerintah Kabupaten juga Polres Minsel, karna ini merupakan aduan tentang keselamatan warga, karna jika dibiarkan akan menimbulkan polemik di masyarakat karna tidak ada tindakan dan solusi dalam aduan masyarakat pada umumnya.





Post a Comment