Dua Mesin Pembangkit Listrik Baru Sudah di Melonguane Diap Dioperasikan
Listrik adalah masalah klasik di Talaud. Bupati Welly Titah sejak kampanye telah merumuskan hal itu akan jadi pusat perhatian pertamanya saat menjabat.
Dimulai dengan menggelar pertemuan dengan pimpinan ranting Melonguane untuk menemukan titik masalahnya dan ditemukan bahwa masalah yang adalah pasokan BBM dan pemeliharaan jaringan.
Pasokan Bahan bakar minyak karena cuaca yang tidak bersahabat sedangkan pemeliharaan jaringan diakibatkan pohon dan aneka binatang yang sering mengganggu.
Setelah menemukan titik masalah, Bupati kemudian bertemu dengan pimpinan Cabang Manado berjuang untuk pengadaan mesin pembangkit yang baru dan memadai.
Usaha kemudian dilanjutkan dengan bertemu dengan pimpinan Wilayah Makasar masih dengan perjuangan yang sama yakni memperjuangkan mesin baru.
Tidak berhenti disitu, Bupati menggandeng Forkopimda bahkan DPRD bertemu pimpinan Pusat PLN di Jakarta.
Kemudian sebagaimana hasil pembicaraan bahwa perjuangan Bupati, Forkopimda dan DPRD memperjuangkan kondisi kelistrikan di Kabupaten Kepulauan Talaud di mulai dengan bertemu dan mencari solusi dengan duduk bersama jajaran petinggi PLN di tingkat Ranting Melonguane, Unit Pelaksana Teknis Daerah, dilanjutkan dengan bertemu dan berdialog dengan pemimpin Cabang Manado (Sulutenggo) kemudian ke Makasar dan akhirnya menemui petinggi pusat di Jakarta membuahkan hasil dengan komitmen petinggi PLN pusat yang menjanjikan empat mesin baru..
Janji kampanye soal listrik yang pernah diucapkan Welly Titah " masalah utama adalah listrik" ditangani dengan serius dan sangat intens, bahkan menggerakkan semua stakeholder yang ada untuk memikirkan dan turut bersama mencari solusi terbaik bagi daerah.
Akhirnya persoalan terjawab dengan tanggapan Jajaran direktur PLN pusat yang akan menambah empat (4) mesin pembangkit listrik baru bagi Talaud. Tidak seperti janji sebelumnya oleh Gubernur yang mengatakan bahwa mulai natal seluruh desa tidak lagi akan mengalami padam namun kenyataanya hanya untuk beberapa desa tertentu di Utara Talaud.
Kritikan staf khusus Gubernur Moktar Arunde Parapaga yang mempertanyakan soal 'kebaruan' mesin' dinilai wajar dan soal biasa jika ada keraguan.
"Namun bukan pada tempatnya. Jika mesin bukan baru yang salah itu Direktur PLN yang janji di muka publik bahwa ada empat mesin baru bukan Bupati, yang siang malam memikirkan dan berjuang demi Talaud", ungkap Antonius T Tucunan, Sth staf khusus Bupati.
Ia menyarankan kepada staf khusus Gubernur yang katanya akan datang ke Talaud, bahwa yang harusnya diperiksa, diawasi bukan kinerja daerah tapi apa yang sudah dilakukan Gubernur bagi Talaud yang selama ini selalu dikatakan Beranda NKRI.
"Tugas staf khusus Gubernur ya membantu Gubernur. Periksa dan awasi saja apa sih yang merupakan proyek ataupun program propinsi,apa yang belum atau tidak tertangani.Urusan lain itu biar pemkab yang tangani dan selesaikan", lanjutnya.
Ia mengatakan Bupati dan jajaran Pemkab menerima setiap kritik tapi harusnya lebih teliti dalam mengkritisi setiap langkah pemerintah maupun Bupati.
"Mari bergandeng tangan bagi daerah. Talaud maju kita sejahtera, religiusitas kita makin dikokohkan untuk saling menghargai dan membantu", pungkasnya.
Saat ini dua mesin pembangkit listrik baru sudah ada di Melonguane siap dioperasikan. Bupati maupun warga berharap PLN ranting Melonguane mampu bekerja optimal dan mengoptimalkan slogan PLN bahwa PLN mampu hadir membawa cahaya bagi daerah.(Onal)




Post a Comment