Header Ads

 


Atas Dedikasi Dan Prestasinya, Karamoy Layak Dipromosikan Jadi Camat Tareran

 


Minsel, ESC - Di tengah dinamika birokrasi pemerintahan daerah, masyarakat seringkali menjadi saksi siapa sosok yang benar-benar bekerja dengan hati, dan siapa yang hanya sekadar mengisi jabatan. 


Di Kabupaten Minahasa Selatan, nama Christian Daniel Karamoy, SE, bukanlah nama asing. Bagi banyak kalangan—mulai dari aparatur desa, tokoh masyarakat, hingga anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya di Desa Lansot Timur—ia dikenal sebagai sosok yang bersahabat, rendah hati, dan penuh dedikasi.


Lahir pada 11 Januari 1970, figur yang akrab disapa Danny Karamoy ini telah membuktikan pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara selama puluhan tahun. Di kalangan pegawai negeri, ia bukan hanya rekan kerja, tetapi juga “guru” dalam bidang administrasi publik dan pemerintahan. Banyak yang belajar darinya, khususnya dalam pengelolaan administrasi desa yang tertib dan profesional.


Pada era kepemimpinan Bupati Ramoy Luntungan, Danny Karamoy menjadi salah satu andalan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Minahasa Selatan. Ia bahkan beberapa kali dipercaya memimpin tim Hukum Tua se-Minsel dalam kegiatan studi banding ke Jawa dan Bali—sebuah kepercayaan yang tidak diberikan kepada sembarang orang. Perannya nyata: membantu perangkat desa dalam penyusunan laporan ADD serta berbagai kebutuhan administrasi lainnya.


Namun perjalanan kariernya tidak selalu mulus. Pergantian rezim membawa perubahan besar dalam birokrasi. Pada masa pemerintahan Bupati Christiani Paruntu, latar belakang politiknya sebagai mantan Ketua Ranting PDI Perjuangan membuatnya tersingkir dari posisi strategis. Selama kurang lebih 11 tahun, ia “diparkir” sebagai staf di Kelurahan Uwuran. Sebuah ironi bagi sosok dengan kapasitas dan rekam jejak seperti dirinya.


Meski demikian, dedikasi tidak pernah pudar. Kesempatan kembali datang di era pemerintahan FDW-PYR. Perlahan namun pasti, kemampuannya kembali diakui. Ia dipercaya sebagai Kepala Sub Kepegawaian di Kecamatan Suluun Tareran, hingga akhirnya menjabat sebagai Hukum Tua Desa Wiau Lapi.


Di sinilah kepemimpinannya benar-benar bersinar. Dengan visi dan kemampuan manajerial yang kuat, Danny Karamoy berhasil membawa Desa Wiau Lapi bertransformasi menjadi desa wisata berbasis potensi lokal, memanfaatkan dua titik air terjun yang sebelumnya belum tergarap maksimal. Hasilnya nyata: sertifikat desa wisata dari Bupati pada tahun 2021, juara lomba desa tingkat kecamatan dan kabupaten, hingga menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi Sulawesi Utara dan melaju ke tingkat nasional.


Prestasi itu tidak main-main. Ia dinobatkan sebagai Hukum Tua terbaik se-Sulawesi Utara tahun 2022, mengungguli ratusan kepala desa lainnya. Sebuah pencapaian yang seharusnya menjadi kebanggaan sekaligus pertimbangan utama dalam pengembangan kariernya.


Kini, Danny Karamoy menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Tareran. Namun bagi banyak masyarakat di 13 desa se-Kecamatan Tareran, posisi tersebut dinilai belum sepadan dengan kapasitas dan kontribusinya. Aspirasi pun menguat—dari tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga para mantan Kapolsek Tareran—yang secara terbuka menginginkan agar ia diberikan kepercayaan sebagai Camat Tareran.


Bagi mereka, kecamatan Tareran membutuhkan pemimpin yang bukan hanya memahami administrasi, tetapi juga mampu membangun hubungan sosial, menggali potensi desa, dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi—bahkan hingga nasional.


Mengakhiri karier sebagai “second leader” tentu bukanlah hal yang sepadan bagi sosok dengan segudang prestasi dan pengabdian. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan diharapkan mampu melihat ini secara objektif: bahwa promosi jabatan bukan sekadar rotasi birokrasi, tetapi bentuk penghargaan terhadap kinerja, loyalitas, dan dedikasi nyata.


Sudah saatnya tokoh yang berjasa tidak hanya dikenang, tetapi juga diberi ruang untuk terus berkarya.

Dan bagi banyak masyarakat Tareran, satu nama yang layak untuk itu adalah Christian Daniel Karamoy, SE.(Steven Paat)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.