Header Ads

 


Drag Race Maut di Upai, Tanggungjawab Siapa?

Manado, ESC - Drag race dan drag bike berujung maut, di sirkuit non-permanen Kelurahan Upai, Kotamobagu Utara, Kotamobagu, Sulut, yang merenggut delapan nyawa pada Minggu, (9/8) sore, mengundang keprihatinan sekaligus kritikan pedas dari banyak kalangan. 

Salah satunya datang dari praktisi hukum, Renaldy Muhamad, SH. Advokat muda itu, mengkritisi sekaligus mempertanyakan siapa yang paling pantas bertanggungjawab atas jatuhnya korban jiwa dalam pelaksanaan lomba itu. 

"Sebelumnya, saya menyampaikan turut berdukacita, atas meninggalnya delapan warga itu, tetapi ada hal prinsip yang harus dilihat dari tragedi ini, yaitu ketentuan lokasi drag race dan siapa yang harus bertanggungjawab," kata Onal, sapaan akrabnya di Manado, Senin (10/8). 

Dia mengatakan harus ada yang bertanggung jawab secara pidana, atas tragedi itu. Mengenai lokasi balapan menurutnya, bisa digelar di sirkuit permanen dan non permanen, tetapi jika di sirkuit non permanen, harus ada kekhususnya. 

"Kekhususan yang dimaksud adalah terminal luas yang steril atau jalan raya non pemukiman dan satu poin pentingnya adalah penonton harus dibentengi dengan pagar pengaman yang kokoh, inilah yang menjadi hal prinsip," tegas advokat yang juga selalu tampil rapi ini. 

Namun menurutnya yang dia lihat di video justru lain. Sebab masih berada di pemukiman dan sterilisasi penonton yang tidak aman, karena itu dia mengatakan harus ada yang bertanggungjawab penuh secara pidana, atas tragedi itu. 

Dia mengatakan, kelalaian panitia menyebabkan jatuhnya korban jiwa. 

Di sisi lain, Onal tetap menyampaikan rasa belasungkawa yang dalam kepada keluarga para korban, dan berharap tetap diberi kekuatan oleh Tuhan.(Dims)





Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.