Ketua PKPI Talaud Ungkap Penyebab Keterlambatan Memasukkan LADK

Ketua DPK Meike Manganguwi (duduk) dan Pengurus PKPI Talaud.(foto:istimewa)

Melonguane, BLITZ--Selain Partai Nasdem, PKPI Menjadi salah satu Parpol peserta Pilcaleg Kabupaten Kepulauan Talaud yang terlambat menyampaikan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK), kepada KPUD di akhir waktu yang ditentukan, yakni Minggu (23/9/2018) pukul 18.00 Wita.


Berdasarkan PKPU Nomor 24 Tahun 2018 pasal 67 ayat 1, sebagaimana telah diubah dalam PKPU Nomor 29 Tahun 2018 Tentang Dana Kampanye Pemilihan Umum, disebutkan bahwa partai politik yang terlambat memasukan LADK sampai batas waktu yang ditentukan,  dikenakan sanksi berupa pembatalan sebagai peserta pemilu di wilayah bersangkutan.


Terkait polemik tersebut. Ketua DPK PKPI Kabupaten Kepulauan Talaud Meike Manganguwi, AMa.TS menjelaskan sebelum pukul 18.00 Wita, PKPI telah mendaftar atau melakukan registrasi pemasukan LADK, tetapi belum membawa dokumen yang dimaksud. Hal ini juga sudah diketahui Komisioner KPUD Rahmah Zakhawerus yang memaklumi penyebab keterlambatan berkas.


"Sebelum jam 5 sore hari Minggu, saya sudah meregistrasi. Dokumen sudah lengkap, hanya saja kami terlambat memasukan karena LO kami ternyata sedang sakit. Inipun nanti diketahui setelah kami pergi ke Pulutan tempat Pak Ferry Gumolung (LO PKPI-red) tinggal . Kami juga kesulitan menghubungi beliau karena jaringan komunikasi selular di Talaud hari itu sangat buruk. Karena sakit, Pak Ferry, kami jemput dengan mobil di Pulutan dan dibawa ke Kantor KPUD di Melonguane, untuk memasukan LADK. Usai itu kami antar pulang," jelas Manganguwi, Selasa (25/9) malam.


Manganguwi tetap optimis PKPI akan lolos menjadi peserta Pilcaleg 2019. Karena pada dasarnya, semua dokumen LADK sudah siap dan lengkap.


Pihak KPU sendiri diketahui masih mengumpulkan data dan menyusun kronologi yan hasilnya nanti akan diplenokan. Dari pihak Bawaslu juga mengetahui perihal tersebut dan telah melaporkan pengawasannya ke Bawaslu Provinsi dan Bawaslu RI.





Den-Dala

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.