Header Ads

Bupati SWM Warning 2 AMPS di Talaud

Kabag Ekonomi Yeri Nangalo dan surat peringatan kepada dua AMPS.(foto:istimewa)

Melonguane, BLITZ--Kelangkaan dan permainan harga jual Bahan Bakar Minyak oleh dua AMPS yakni UD Hans Latjandu dan Karya Maranatha Abadi, membuat Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Manalip SE gusar.


Kegusaran SWM, langsung disampaikan melalui surat peringatan kepada dua AMPS tersebut, melalui surat yang ditanda tangani Kabag Perekonomian Yeri Nangalo, Kamis (25/10) siang.


"Berdasarkan laporan masyarakat dan temuan tim yang diturunkan Bagian Ekonomi Pemkab didapati penjualan yang tidak sesuai dengan mekanisme yang diatur oleh PT Pertamina. Maka dari itu kami menyampaikan surat kepada PT Pertamina untuk segera memberi sanksi kepada Karya Maranatha Abadi," tukas Nangalo.



Dituturkan lebih jauh oleh Nangalo, kondisi dan fakta di lapangan telah terjadi permainan yang luar biasa dalam hal penyaluran BBM di Kepulauan Talaud.


"Hal ini tidak boleh dibiarkan dan Pemkab sudah mengambil sikap melalui surat yang dialamatkan kepada Kedua AMPS dan PT Pertamina untuk disikapi secepatnya. Hak masyarakat Talaud untuk mendapatkan BBM sesuai instruksi presiden harus dijamin oleh PT Pertamina dan AMPS," tegasnya.


Diketahui, opini yang berkembang di masyarakat bahwa AMPS Karya Maranatha Abadi yang sudah tidak mampu menebus kuota BBM sesuai kebutuhan masyarakat, mendapat perlakuan khusus bahkan seperti seperti menjadi anak emas PT Pertamina, karena tak kunjung diberikan sanksi.


"Sejauh ini PT Pertamina hanya mengatakan bahwa AMPS Karya Maranatha Abadi dalam pengawasannya. Tetapi kondisi sampai hari ini, masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud butuh jawaban dan kepastian bagaimana distribusi BBM sampai dan sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah," ujar anggota DPRD Godfried Timpua.


Timpua memberi apresiasi kepada Bupati SWM juga kepada Kabag Perekonomian yang segera bersikap dengan kondisi kebutuhan masyarakat soal BBM.


"Sebagai wakil rakyat, saya pribadi juga memberi warning kepada pemilik kedua AMPS tersebut. Jangan mempermainkan hak masyarakat Talaud atas kebutuhannya terhadap BBM. Jangan ada penjualan di atas harga yang ditetapkan. Jangan ada penjualan kepada pengecer tidak resmi, yang sering pula menaikan harga dan jangan lagi terjadi kelangkaan BBM di Talaud," ujar Timpua.


Sayangnya pemilik kedua AMPS maupun manajernya yang ada di Lirung, Beo dan Melonguane belum dapat dimintakan konfirmasinya.



Den-Dala
block ID 8794 : editorialsulut.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.