Pudjoharsoyo : Pengresmian, bukti hukum dan peradilan hadir di setiap jengkal NKRI

Sekretaris MA A.S Pudjiharsoyo (kiri).(foto:istimewa)

Melonguane, BLITZ--Sekretaris Mahkamah Agung A.S Pudjoharsoyo menyatakan, pengresmian 85 Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama se-Indonesia di Kabupaten Kepulauan Talaud, adalah bukti nyata negara hadir di setiap jengkal NKRI.


"Pemilihan Kabupaten Kepulauan Talaud yang di anggap sebagai kabupaten paling terluar, diharapkan dengan pemilihan tempt yang jauh dari ibukota negara menunjukkan Mahkamah Agung memperlakukan sama dan memperhatikan semua peradilan di seluruh pelosok indonesia," jelas Pudjoharsoyo, Minggu (21/10) Siang.



Lanjut, disampaikan Pudjoharsoyo dipilihnya Kabupaten Kepulauan Talaud akan memberitahukan kepada dunia bahwa hukum peradilan hadir di seluruh pelosok indonesia.


"Sehingga pelayanan hukum kepada masyarakat sama dan tidak membeda-bedakan. Dengan peresmian yang dipusatkan di Kabupaten Kepulauan Talaud Mahkamah Agung memberitahukan,lembaga yudikatif hadir di setiap jengkal Republik Indonesia," ujarnya.


Menanggapi beredarnya issu akan adanya aksi damai dari beberapa elemen masyarakat, Pudjoharsoyo menegaskan peresmian pengadilan, ini tidak ada kepentingan politik apapun selain yang sudah ditegaskan sebelumnya.

"Peresmian yang dilakukan di kabupaten terluar di Utara Indonesia ini, untuk memberitahukan bahwa hukum peradilan dan pelayanan hukum hadir di seluruh wilayah Republik Indonesia," tegasnya.


Terakhir Sekretaris Mahkamah Agung A.S Pudjoharsoyo menyampaikan apresiasi kpada Bupati dan Pemkab Kepulauan Talaud, atas semua yang sudah dilakukan untuk terselenggaranya acara pengresmian.


"Apresiasi kepada Ibu Bupati Sri Wahyumi Manalip yang sudah berjanji menyiapkan ketersediaan tenaga fungsionap atau ASN yang akan ditempatkan di PN Melonguane. Kemudian dari Mahkamah Agung untuk tenaga honor akan di alokasikan anggaran untukpengangkatan sebagai tenaga kontrak PN Melonguane," kata Pudjoharsoyo.




Den-Dala

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.