Header Ads

Ketua Komisi D DPRD Manado Jaring Aspirasi Warga Malalayang I Timur

Ketua Komisi D DPRD Manado, Apriano Saerang saat melakukan reses di Kelurahan Malalayang I Timur lingkungan 11, Selasa (4/12/2018)

Manado, BLITZ
-- Ketua Komisi D DPRD Manado Apriano Saerang menggelar reses dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat di Kelurahan Malalayang I Timur lingkungan 11, Kecamatan Malalayang, Selasa (4/12/2018).
Hadir dalam reses politisi Partai Gerindra tersebut diantaranya, perwakilan Dinas Pedidikan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan sejumlah pejabat tingkat kecamatan serta kelurahan.
Dalam sambutannya, Saerang menjelaskan, kegiatan reses merupakan agenda DPRD Manado di mana setiap wakil rakyat turun ke masyarakat dan bertatap muka langsung untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Kegiatan reses ini sangat penting untuk dimanfaatkan oleh masyarakat agar menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan warga di Kelurahan Malalayang I Timur. Reses ini merupakan kegiatan ke tiga di tahun 2018 dan aspirasi warga sudah berhasil diperjuangkan dan masuk dalam program pembangunan Kota Manado melalui APBD 2019,” jelas Saerang.
Dalam reses tersebut, berbagai persoalan disampaikan masyarakat.
Ramly Pangkey, salah satu warga yang hadir dalam reses tersebut mengungkapkan, kasus pencurian di lingkungan sekitar sangat marak. Sehingga kegiatan kamtibmas seperti program siskamling harus digalakkan lagi karena sangat penting untuk meminimalisir kejahatan.
Warga lainnya, Memy Tarandung yang meminta pemerintah segera melakukan antisipasi penyebaran penyakit demam berdarah melalui foging dan pembagian bubuk abate.
Sedangkan, Fin Horman menyampaikan aspirasi terkait masalah biaya pendidikan yang menyebabkan anak di usia sekolah dan mahasiswa tidak bisa lagi melanjutkan sekolahnya.
Selain itu, maraknya penyalahgunaan lem eha-bond dan obat komix oleh anak remaja. Sehingga Horman meminta pemerintah perlu dilakukan sosialisasi stop narkoba dan sejenisnya.
Ia juga mengeluhkan adanya kegiatan acara malam yang menggunakan sound sistem hingga larut malam. Kegiatan tersebut menimbulkan ketidaknyaman warga.
Menanggapi aspirasi warga, Saerang mengatakan bahwa saat ini pemerintah saat ini sedang melaksanakan program anti putus sekolah. Karena sekarang ini masih banyak yang sulit mengenyam pendidikan disebabkan terkendala biaya.
“Saat ini untuk pendidikan tingkat sekolah, ada program dana BOS. Ada juga bantuan siswa kurang mampu. Secara pribadi juga saya bisa membantu warga yang anaknya akan masuk pendidikan menengah atas, saya bisa gratiskan bila berkeinginan bersekolah di SMK Trinita. Pada intinya, walaupan ada bantuan pendidikan tapi kembali lagi kepada keseriusan dari anak itu sendiri. Soal maraknya eha-bond, saya akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk menggelar sosialisasi. Terkait keamanan, dalam waktu dekat akan segera disahkan Perda ketertiban umum yang nantinya menjamin kenyaman masyarakat,” pungkas Saerang.


Riddy

block ID 8794 : editorialsulut.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.