Peduli Dampak Covid 19, Prodi Pendidikan Sosiologi UNIMA Salurkan Bantuan


Tondano, EditorialSulut.com -- Kampus Universitas Negeri Manado (Unima) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Prodi Pendidikan Sosiologi menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada mahasiswa Pendidikan Sosiologi tersebut, yang tidak pulang kampung selama penerapan kuliah secara online akibat wabah Coronavirus Disease (Covid) 19.

Pembagian sembako bagi mahasiswa berasal dari luar derah itu dilakukan sebagai wujud kepedulian kampus terhadap mahasiswa, sekaligus untuk meringankan beban ekonomi mahasiswa dari luar daerah.

Adapun sembako yang dibagikan kepada mahasiswa berupa beras, mie instan, telor, ikan kaleng, dan Masker.

"Saya harap bantuan ini bisa mengurangi beban ekonomi para mahasiswa yang tetap tinggal di kos, dan ini juga sebagai wujud kepedulian kampus dan para dosen terhadap mahasiswa," ucap Pimpinan Jurusan Pendidikan Sosiologi Dr. Yoseph Santie M.Si yang juga Eks Pembantu Dekan 2 FIS.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dr. Apeles Lexi Lonto M.Si, mengungkapkan kalau pihak kampus juga memantau para mahasiswa yang tinggal di tempat kos, kontrakan, dan asrama untuk memastikan tetap tercukupi kebutuhan pangannya.

Selain itu, ia ikut mengimbau para mahasiswa dari luar daerah agar tidak pulang kampung untuk menekan tingkat penyebaran virus berukuran nanometer itu.

“Para mahasiswa yang memilih tetap tinggal di seputaran kampus adalah rata-rata mahasiswa luar daerah Sulawsi Utara dan saya himbau buat para mahasiswa untuk tetap diam dikos dan jangan ada dulu yang pulang untuk menekan penyebaran Virus Corona dan selalu menjaga kesehatan," kata Lonto.

Ia turut menyampaikan rasa empati pada mahasiswa yang tidak pulang, dengan berbagai pertimbangan, selain jauhnya kampung halaman, kuliah secara daring yang diterapkan saat ini juga membutuhkan internet yang cepat dan terkadang sulit didapat di daerah mereka.

“Pertimbangannya macam-macam ya tidak pulang itu, jauh, kuliah online juga butuh internet yang cepat, sehingga kami menghargai yang tidak pulang, tetapi tetap menjaga diri dan tetap belajar," ujarnya

Data sementara mahasiswa penerima bantuan logistik tercatat sekitar 30 mahasiswa.  (Christian Soriton)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.