Header Ads

 


Sasar Desa Klabat Minut, Komisi IV DPR RI Gencar Sosialisasikan MBG

 


Editorialsulut.com, Minut: Komisi IV DPR RI gerak cepat dalam mensosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kali ini Komisi IV DPR RI hadir di Desa Klabat Jaga VII, Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara bekerjasama dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Sosialisasi MBG ini guna mendorong Ketahanan Gizi Masyarakat Minahasa Utara.

Sosialisasi program MBG menjadi momentum untuk mencetak generasi bangsa Indonesia yang sehat, berkualitas, dan cerdas.

Sosialisasi MBG di Desa Klabat dipimpin Anggota Komisi IV, DPR RI, Hindun Anisah didampingi Tenaga Ahli Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Deputi Prokerma BGN Abdullah Kamil.

" Apresiasi untuk langkah pemerintah dalam memperkuat akses pangan bergizi bagi masyarakat," ucap Hindun Anisah.

Program MBG ini menurutnya merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan lansia yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses pangan sehat.

" Program MBG adalah bagian dari program prioritas nasional di bawah arahan Presiden dan Wakil Presiden untuk memperkuat ketahanan gizi sekaligus mendukung swasembada pangan,” ungkap Hindun Anisah.

Pelaksanaan MBG dikoordinasikan langsung oleh BGN agar implementasinya efektif dan berkelanjutan.

" Salah satu kekuatan program ini adalah pemanfaatan bahan pangan lokal yang dipasok melalui Sentra Produksi dan Penyediaan Gizi (SPPG). Selain memastikan ketersediaan bahan segar dan berkualitas, pola ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal," sebut Anisah.

Program ini tidak hanya meningkatkan status gizi masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga sekitar.

Selain itu, program MBG juga membuka peluang kerja baru melalui perekrutan tenaga dapur dari masyarakat sekitar SPPG.

Sebagai perpanjangan tangan dari rakyat Anisah menekankan pentingnya percepatan pembangunan SPPG di Minahasa Utara agar manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat. 

" Saya mengajak agar seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran implementasi MBG guna menurunkan angka stunting dan kekurangan gizi serta mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing," pungkasnya.

(D)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.