Header Ads

 


Dr. Santrawan Paparang: Tidak Ada Syahid dengan Membunuh dalam Kristen

 


Manado ESC- Kontroversi ucapan mantan Wapres Jusuf Kalla, yang mengaitkan konflik di Ambon dan Poso dengan keyakinan "syahid" dalam ajarang agama Kristen dan Islam, mendapat tanggapan dari berbagai pihak, termasuk Ketua LBH Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) Partai Gerindra RI Dr. Santrawan Paparang, SH, MH, MKn. 

Kepada editorialsulut.com, advokad yang juga pakara hukum pidana itu, tegas mengatakan, bahwa ajaran agama Kristen menolak kekerasan dan pembunuhan dalam bentuk apapun, dengan tujuan apapun. 

"Justru dalam kekristenan, kasih adalah ajaran utama, dan itu adalah perintah dasar yang datang langsung dari Tuhan Yesus Kristus, yakni mengasihi Tuhan dan sesama, dengan segenap hati, jiwa dan akal budi, dan 

tidak boleh membalas yang jahat dengan jahat, justru harus memaafkan bahkan mendoakan, meskipun sudah disakiti sekalipun," tegas advokad kondang itu, melalui pesan di aplikasi ijo, Senin. 

Dia mengatakan, syahid dengan jalan kekerasan atau pembunuhan, untuk mencapai kemuliaan, tidak ada dalam ajaran Kristen, termasuk di konflik di Ambon dan Poso.

Suami tercinta Henny Tambuwun, SH, itu menegaskan, bukan hanya Kristen tetapi semua agama, melarang mengambil nyawa atau melakukan kekerasan, dengan alasan apapun. 

Sementara dari perspektif hukum, pakar hukum itu, menegaskan, negara menjamin hak hidup dan itu adalah hak konstitusi, sehingga diatur dengan jelas dalam hukum positif. 

"Jadi pembunuhan termasuk juga kekerasan adalah perbuatan pidana berat dan ada sanksi hukumnya," tegas ayahanda tercinta Satriya dan Sanita Paparang itu. 

Dia mengingatkan, karena negara menjamin hak hidup, apalagi agama manapun, maka tidak ada alasan membenarkan pembunuhan dan kekerasan dengan alasan syahid, sebab itu tidak benar, tegasnya.(Dims)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.