Header Ads

Ini Pernyataan Keras Lily Walanda "bungkam" Pingkan Nua

Direktur PD Pasar Ferry Keintjem (berdiri) saat saling adu argumen soal pasal dan perda dan dasar hukum yang di pakai oleh Direksi PD Pasar.(foto:dewa/mbc)


Manado, BLITZ--Kebijakan Pemasangan Portal Parkir dan Pengambilan Retribusi oleh PD Pasar di Pasar Tradisional Bersehati akhirnya di hearing oleh DPRD Kota Manado Selasa (17/10/2018 siang.

Hearing ini turut menghadirkan jajaran Direksi PD Pasar yang dikawal Direktur Ferry Keintjem serta jajarannya, sementara dari DPRD Manado Komisi B dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi B Pingkan Nua dan Sekretaris Lily Walanda serta Anggota Komisi Benny Parasan.

Rapat Dengar Pendapat ini pada awalnya berlangsung menarik, adu pernyataan dan tanya jawab antara Wakil Pimpinan Komisi B Pingkan Nua dan Direktur PD Pasar.

Namun beberapa saat kemudian hearing tersebut berlangsung alot.

Awalnya, Ketua Komisi B Pingkan Nua mengawali pertanyaan soal adanya indikasi pelanggaran dalam pemberlakuan Tarif Parkir dan Pemasangan portal parkir di Pasar Bersehati.

"Soal kenaikan biaya retribusi parkiran pasar tradisonal itu tidak manusiawi.
Dan Pasar belum layak dan tidak seharusnya ada Portal Parkir," ujar Nua.

Namun dalam beberapa saat, pertanyaan Nua menjurus kepada persoalan menurutnya ada indikasi korupsi, serta soal keterlambatan pembayaran gaji karyawan di tubuh PD Pasar.

"Tahun 2016-2017 terindikasi korupsi soal pelaporan pemasukan dan pengeluran PD Pasar dan kini sudah masuk rana Kejaksaan. Pembayaran karyawan 1 kali dalam 2 bulan. Banyak yang tidak sesuai dengan UMP," tambahnya.

Sekretaris Komisi B Lily Walanda


Tak sampai disitu adu debat kusir antara Nua dan Direktur PD Pasar Ferry Keintjem mulai dari dasar hukum hingga perpedaan penapsiran dan perda yang diterapkan dalam kebijakan Direksi PD Pasar membuat wakil Ketua Komisi B tersebut menjadi bulan-bulan Sektetaris Komisi  Lily Walanda dan Anggota Benny Parasan.

"Kita harus fokus dulu dengan apa yang menjadi alasan surat undangan yaitu soal Portal Parkiran di Pasar tradisional. Kita tuntaskan dulu dan mencari sokusinya baru kita berkembang dengan persoalan lain," tegas Walanda diiakan Parasan.

Seakan tidak menggubris pernyataan Walanda, Nua dengan nada sedikit keras mengutarakan bahwa Walanda seakan membela PD Pasar.

Sontak pernyataan ini membuat naik pitam Walanda yang langsung meminta Nua turun dari pimpinan rapat jika tidak mampu memimpin rapat. Tidak disangka pernyataan ini seakan membungkam Nua untuk melanjutkan pertanyaan yang kian berkembang tersebut.


"Saya tidak membala PD Pasar. Tapi meminta agar rapat ini bahas dulu poin intinya yaitu soal Portal Parkiran. Ibu Ketua (Nua, red) kalau tidak bisa jadi pimpinan rapat di ganti saja. Harus kepala dingin, jangan ada interes pribadi," semprot Walanda.




DeWa
block ID 8794 : editorialsulut.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.