Komisi 1 Perjuangkan Nasib CPNS Talaud ke Kemenpan RB

Konsultasi/kunker komisi 1 DPRD Kepulauan Talaud di BKN dan KemenPAN-RB.(foto:istimewa)

Melonguane, BLITZ--Terkait hasil seleksi penerimaan CPNS 2018 yang sangat jauh dari hasil yang diharapkan, Komisi 1 DPRD Kepulauan Talaud menemui Badan Kepegawaian Nasional dan Kemenpan-RB, untuk menanyakan solusi soal formasi yang tidak terpenuhi.


Dari hasil kunjungan kerja tersebut, anggota Komisi 1 sekaligus Ketua Badan Kehormatan DPRD Kepulauan Talaud Godfried Timpua menerangkan, bahwa passimg grade yang ada tidak akan diturunkan.

"Pengisian formasi yang belum terisi dilakukan dengan sistem perankingan, yaitu pada setiap formasi diambil 3 orang dengan nilai tertinggi.



Sebagai contoh, apabila formasi yang dibutuhkan ada 3, maka yang berhak diikutkan dalam seleksi adalah 9 orang dengan nilai tertinggi. Adapun nilai terendah yang dapat diikutkan dalam seleksi yaitu 255 untuk umum dan 220 untuk K2," ujar Timpua, Minggu (26/11) di Melonguane.


Sementara Wakil Ketua DPRD Kepulauan Talaud Jakop Mangole SE selaku koordinator Komisi 1 mengatakan, tidak diturunkannya nilai passing grade memberikan asas keadilan bagi seluruh peserta seleksi.


"Mereka yang telah lulus dalam seleksi sebelumnya telah membuktikan bahwa mereka memang sangat siap, namun bukan berarti yang tidak lulus tidak siap. barangkali kendala yang ada di dalam pelaksanaan seleksi yang juga harus dipertimbangkan untuk diperbaiki pada saat seleksi ulang nanti, sebagaimana keluhan yang disampaikan para peserta," jelasnya.



Sementara salah satu peserta seleksi yang belum lulus di seleksi pertama Lustiana Rongkene yang mendapatkan nilai cukup tinggi yakni 271 berharap ada informasi secepatnya soal kapan pelaksanaan seleksi ulang.


"Kami yang di Talaud kan harus mempersiapkan lebih banyak hal, termasuk menyesuaikan jadwal ujian dengan jadwal keberangkatan kapal. Tetapi lebih dari itu kami berterima kasih dengan dibukanya kesempatan untuk dilaksanakannya seleksi ulang," ucap Lustiana.



Den Dala



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.